Senin, 29 November 2010

cheat pb terbaru



Update renew cheat Pb Point Blanks. Exp Cheat Pb 21 September 2010, Okay I share these cheats "Point blank, especially for a friend who asked me about the cheat Exp. Please download the latest cheat Exp Point Blank 21092010

How To Use This Cheat:
  • Disable / exit anti-virus (not uninstalled)
  • Install wrar393
  • Install vcredist_x86
  • Then open GeSp Go - Then pointblank open - select the start
  • HShield copy - paste in the folder pointblank - select Yes to all
  • GeSp - select Select DLL For Injection - select zenix1.dll - select Inject Now - GeSp - select a resume
  • Keep RPE open - select Options - select the Hotkeys - start-> F9 - stop> F10 selected set
  • RPE - select SELECT process - KelnsertQueueApc (ring0) - select pointblank.exe select inject - choose yes
  • Create a Room at Round 3 was Luxvile 2, 1 CT 1 Tero
  • Tell Tero First Round Place bomb
  • Fit again install a bomb - press F9 - if installed - press F10
  • Back to the RPE - right click on the send select size 21 set: time(s) 1 > 1600
    Milliseconds 1000 > 16 or 5 - 50
  • Select send
  • Pointblank - until the sound stops bomb hasbeen Crops CT Rondenya remaining to complete suicide
see what happens .... sound boom has been Crops would repeatedly "... .. imagine Exp gained in a game can be up to 40 000 depending on Exp ... .. internet connection
Essentially we play to become CT and Tero Exp GB-be at her

Download Package Contents:
1. Zenix New (Minimize, Ammo)
2. Long HackShield
3. Edited RPE
4. GeSP Injector
5. Winrar 393 & Visual C x86

Minggu, 28 November 2010

tips maen point blank


WAH ASEK JUga yah maen point bleng biasa ane aja ampe lupa waktu klo utdah dpn kompi.BTW utdah pade tau ga trik2 maen pb.
gini tipsnya:


Tools yang diperlukan :
- Moonlight Engine
- Hide Toolz

Langkah2nya adalah :
1. Launch PointBlank dengan Windows Mode
2. Launch MoonLight Engine
3. Hide MoonLight Engine dengan HideToolz
4. Attach ke PointBlank.exe

Cheat Infininty HP

awalnya fload -> 100

setelah itu kurangi darah kamu
umpama buang bom kena sndiri, tgl 40 darahnya
40 next scan

setelah itu... klik 2x dibar sebelah itu
ganti dah valuenya...
value itu kan jadi darah kalian...

Note : kadang - kadang headshoot bs mati lho... so hati- hati ya

slamat mencoba

Infinity Ammo

1. scan jumlah peluru anda ( ex : 30 -> 4 byte -> First Scan )
2. Tembak sembarang aja biar pelor kurang
3. Setelah itu jumlah peluru setelah tembakan itu jadi kan next scan ( ex: 28 -> next scan )
4. setelah itu ada bar value yg ada dikiri
5. klik 2x... setelah itu ganti value nya ( value itu kan jadi amunisi anda

klo ada yang mau pake cheat engine LINTHANK kasih nih linkx :klik di sini
BTW BUAT CHITER-CHITER MENDING SEKALI SEKALI AJA GA USAH KETERUSAN COZ MAKE CHEAT TUH BISA BUAT KALIAN BOSAN. SUMPEH  :p

Senin, 22 November 2010

Belajar membuat aplikasi sms di handphone J2ME

Sebelum mempelajari sesuatu biasanya karena seseorang itu ingin bisa sesuatu juga, contoh belajar nyetir mobil agar nyetir mobil dan syukur syukur agar bisa beli mobil, belajar komputer dan internetan agar bisa FS-an, belajar pemrograman JAVA karena agar bisa dapet nilai yang bagus dari pak Dosen…hayah ga nyambung kabeh. sudah lupakan contoh contoh tadi.
Dulu awal aku belajar J2ME karena ingin bisa membuat aplikasi di handphone yang bisa kirim sms. Walopun udah sering belajar tapi ternyata masih sedikit kebisaanku dalam hal ini, tapi jangan putus asa, aku harus giat belajar…. oya bagi yang baru belajar sama seperti aku dibawah ini nanti ada source code aplikasi untuk kirim dan terima sms. masih sederhana sih. makanya ini hanya bagi yang baru belajar aja, liat aja sesuai dengan judulnya kan. Bagi yang udah master mohon koreksi ya jika ada yang salah. trus kalo ada yang mau belajar dan mendiskusikan source code yang aku buat ini, semoga ini bisa menjadi ajang buat diskusi. dan dibikin asik aja.
Ok. source codenya (beserta penjelasannya, walopun gak informatif banget tp lumayan lah) adalah :
import java.util.*;
import java.io.IOException;
import javax.microedition.io.*;
import javax.microedition.lcdui.*;
import javax.wireless.messaging.*;
import javax.microedition.midlet.*;

/**
* @author MasWawa
* @see http://www.maswawa.web.id
*/
public class smsKu extends MIDlet implements CommandListener, Runnable,
MessageListener {

Display display;
Form form;
List menuList; //list untuk menu awal
Command exitCom, replyCom, backCom, clrCom, sendCom; //macem macem command yg digunakan
TextBox textSmsMasuk, textSmsKeluar; //tempat untuk text sms yg masuk dan yg mau dikirim
TextField textNo; //untuk tempat memasukan no tujuan
String port, isiSmsKeluar; //port dan isi sms
Thread thread;
String[] connections;
boolean done;
MessageConnection smsconn;
Message msg;

public smsKu() {
display = Display.getDisplay(this);
form = new Form("sms-an Yuk");
exitCom = new Command("keluar", Command.EXIT, 1);
replyCom = new Command("balas", Command.SCREEN, 1);
backCom = new Command("Kembali", Command.BACK, 3);
clrCom = new Command("Hapus Tulisan", Command.OK, 2);
sendCom = new Command("Kirim", Command.OK, 1);
menuList = new List("Menu sms Ku", List.IMPLICIT);
port = "4321"; //port yang aku gunakan, silakan ganti sesuai keinginan masing masing
textSmsMasuk = new TextBox(null, null, 500, TextField.ANY);
textSmsKeluar = new TextBox("Silakan Menulis Sms", null,
500, TextField.ANY);
textNo = new TextField("Masukan Nomor Tujuan", "",
15, TextField.PHONENUMBER);
}

public void startApp() {
bukaKoneksi(); //disini membuka koneksi untuk siap menerima sms masuk
menu(); // bikin tampilan menu awal
}

public void pauseApp() {
}

public void destroyApp(boolean unconditional) {

//sebelum aplikasinya keluar ato mati koneksi ditutup dulu
done = true;
thread = null;
if (smsconn != null) {
try {
smsconn.close();
} catch (IOException e) {
}
}

//disini mati deh aplikasi kita
notifyDestroyed();
}

public void menu() { //membuat menu awal untuk sementara ini baru ada 3 menu dulu
menuList.append("Tulis Sms", null);//1. menu tulis sms baru
menuList.append("about", null);      //2. menu about (gak penting sih sebenarnya)
menuList.append("Keluar", null);     //3. menu untuk keluar aplikasi
menuList.addCommand(exitCom);  //add command keluar
menuList.setCommandListener(this);
display.setCurrent(menuList);
}

public void tulisSms() { //membuat textbox untuk menulis sms baru
textSmsKeluar.addCommand(sendCom); //add command untuk kirim
textSmsKeluar.addCommand(clrCom);  // add command untuk clear text
textSmsKeluar.addCommand(backCom); //add command untuk kembali kemenu awal
textSmsKeluar.setCommandListener(this);
display.setCurrent(textSmsKeluar);
}

public void masukNo() { //disini untuk memasukan nomor tujuan yang mau dikirimi sms
form.setTitle("Sms Siap dikirim"); //udah taukan yang ini?
form.append(textNo); //menambahkan textField untuk nomor tujuan
form.addCommand(backCom); //menambahkan command untuk kembali ke menu awal
form.addCommand(sendCom); //menambahkan command untuk mengirim
form.setCommandListener(this);
display.setCurrent(form);
}

public void kirim() { //disini sms yang udah ditulis dikirim dengan perintah dibawah ini
new Thread(new Runnable() {
//perhatiin ya
public void run() {
try {
String isiSms = isiSmsKeluar;
String noTujuan = textNo.getString();
String address = "sms://" + noTujuan + ":" + port;
MessageConnection smsConnKir = null;
Message isiSmsNya = null;
smsConnKir = (MessageConnection) Connector.open(address);
TextMessage txtmessage =
(TextMessage) smsConnKir.newMessage(MessageConnection.TEXT_MESSAGE);
txtmessage.setAddress(address);
txtmessage.setPayloadText(isiSms);
isiSmsNya = txtmessage;
smsConnKir.send(isiSmsNya);

} catch (Throwable t) {
t.printStackTrace();
}
}
}).start();
}

public void terima(String isi, String no, Date tgl) { //ini untuk tempat membaca sms yang masuk
String nonya = fixNomer(no);
textSmsMasuk = new TextBox("Sms dari:" + nonya + " " + tgl, isi,
isi.length(), TextField.ANY);
textSmsMasuk.addCommand(replyCom);
textSmsMasuk.addCommand(exitCom);
textSmsMasuk.setCommandListener(this);
display.setCurrent(textSmsMasuk);
}

public void bukaKoneksi() { //membuka koneksi agar bisa menerima sms yg masuk
String smsConnection = "sms://:" + port;
done = true;
thread = null;

try {
smsconn = (MessageConnection) Connector.open(smsConnection);
smsconn.setMessageListener(this);
} catch (IOException ioe) {
ioe.printStackTrace();
}

connections = PushRegistry.listConnections(true);

done = false;
thread = new Thread(this);
thread.start();
}

public void tutupKoneksi() { //untuk menutup koneksi sms
try {
smsconn.close();
} catch (IOException e) {
}
}

public String fixNomer(String no) {
//dari format no gini "sms://+6285XXXX" jadi "+6285XXX" gitu fungsinya disini itu

String hs = null;
hs = no.substring(6, no.length());
return hs;
}

public void commandAction(Command c, Displayable d) {
if (c == exitCom) {
destroyApp(true);
}
if (d == menuList) {
if (menuList.isSelected(0)) {
tulisSms();
} else if (menuList.isSelected(1)) {
Alert about = new Alert("About", "Aplikasi SMS buatan sendiri",
null, AlertType.INFO);
display.setCurrent(about);
} else if (menuList.isSelected(2)) {
destroyApp(true);
}
}
if (d == textSmsKeluar) {
if (c == sendCom) {
form.deleteAll();
masukNo();
} else if (c == clrCom) {
textSmsKeluar.setString("");
} else if (c == backCom) {
display.setCurrent(menuList);
}
}
if (d == textSmsMasuk) {
if (c == exitCom) {
display.setCurrent(menuList);
} else if (c == replyCom) {
tulisSms();
}
}
if (d == form) {
if (c == backCom) {
form.deleteAll();
display.setCurrent(textSmsKeluar);
} else if (c == sendCom) {
isiSmsKeluar = textSmsKeluar.getString();
textSmsKeluar.setString("");
kirim();
}
}
}

public void run() { //untuk menerima sms yang masuk
try {
msg = smsconn.receive();
String senderAddress = msg.getAddress();
Date waktuSms = msg.getTimestamp();
if (msg instanceof TextMessage) {
String isiSmsMasuk = ((TextMessage) msg).getPayloadText();
terima(isiSmsMasuk, senderAddress, waktuSms);//ini memasukan sms yg diterima ke textbox
}
tutupKoneksi();
bukaKoneksi();
} catch (IOException e) {
}
}

public void notifyIncomingMessage(MessageConnection conn) {
if (thread == null) {
done = false;
thread = new Thread(this);
thread.start();
}
}
}
setelah source code nya, biar afdol tak kasih juga scrinsutnya:
skrinsut1
diatas ini skrinsut awal saat aplikasi dijalankan. ada 3 menu. lumayankan kalo untuk belajar. besok di tambah lagi ada menu inboxnya. sengaja tak jalankan di dua emulator agar bisa dicoba buat kirim dan menerima sms. hp putih akan mencoba mengirim sms ke hp hitam. si putih tadi memilih menu “Tulis Sms”
skrinsut2
Sekarang si putih menulis pesan yang akan dikirimnya, si hitam stand by aja.
skrinsut3
Setelah dirasa cukup menulis pesannya, si putih memilih tomb0l kirim dan memasukan no tujuan punya si hitam. kemudian siputih menekan tombol kirim.
skrinsut4
kita liat setelah si putih menekan tombol kirim ga berapa lama sihitam menerima sms yang dikirim oleh si putih, dan di bacanya. Karena ditanyain kabarnya, si hitam ingin membalas sms dari siputih tadi. maka dia pilih tombol balas. si putih tentunya diem aja, karena menunggu balesan sms nya.
skrinsut5
Si hitam menulis sms balasannya, dah cukup menulis, si hitam tekan tombol kirim.
skrinsut6
si hitam memasukan no tujuan punya si putih, dan dikirim sms balesannya.
skrinsut7
Alhammdulillah sms balesan dari si hitam udah masuk ke si putih dan sedang dibaca oleh si putih.
Nah begitu seterusnya si putih kemudian membalas lagi, si hitam juga. mereka saling berbalas sms sampe pulsa mereka habis, selain itu juga jempol mereka udah capek ngetik sms. ceritanya sampe disini dulu.
Nah lo menu yang lain kok ga di peragakan juga? gak ah, bisa coba sendiri, namanya belajar kok jadi harus banyak coba coba sendiri kan?
diatas tadi sekilas source code untuk kirim dan terima sms dengan j2me, besok aplikasi diatas ditambah dengan menu inbox, outbox, trus menu settings…udah deh kebanyakan. untuk menyimpan Sms di inbox dan outbox enaknya pake database aja nih. pake RMS tentunya. jadi belajar dulu RMS yuk. yukk….
Sekian semoga bermanfaat.

penyalah gunaan dextromethorphan

Secara kimia, DMP (d-3-methoxy-N-methyl-morphinan) adalah suatu dekstro isomer dari levomethorphan, suatu derivat morfin semisintetik. Walaupun strukturnya mirip narkotik, DMP tidak beraksi pada reseptor opiat sub tipe mu (seperti halnya morfin atau heroin), tetapi ia beraksi pada reseptor opiat subtipe sigma, sehingga efek ketergantungannya relatif kecil. Pada dosis besar, efek farmakologi DMP menyerupai PCP atau ketamin yang merupakan antagonis reseptor NMDA. DMP sering disalahgunakan karena pada dosis besar ia menyebabkan efek euforia dan halusinasi penglihatan maupun pendengaran. Intoksikasi atau overdosis DMP dapat menyebabkan hiper-eksitabilitas, kelelahan, berkeringat, bicara kacau, hipertensi, dan mata melotot (nystagmus). Apalagi jika digunakan bersama dengan alkohol, efeknya bisa sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kematian.
Penyalahguna DMP menggambarkan adanya 4 plateau yang tergantung dosis, seperti berikut:
· First Plateau
Dosis : 100-200 mg
Efek : Stimulasi ringan
· Second Plateau
Dosis : 200-400 mg
Efek : Euforia dan halusinasi
· Third Plateau
Dosis : 300-600 mg
Efek : gangguan persepsi visual,
hilangnya koordinasi motorik
· Fourth Plateau
Dosis : 500-1500 mg
Efek : Dissociative sedation

1. Farmakologi
Dekstrometorfan merupakan bahan kimia sintetik dengan nama kimianya adalah 3 methoxy-17-methyl morphinan monohydrat yang merupakan d-isomer dari levophenol, analog dari kodein dan analgesik opioid. Dekstrometorfan berupa serbuk kristal berwarna putih, tidak berbau, larut dalam air maupun ethanol dan tidak larut dalam ether. Adapun struktur kimia dari dekstrometorfan adalah: C18H25NO.HBr.H2O dengan berat molekul: 370,3.
2. Farmakokinetik
Dekstrometorfan diabsorpsi dengan baik setelah pemberian oral dengan kadar serum maksimal dicapai dalam 2,5 jam. Onset efeknya cepat, seringkali 15-30 menit setelah pemberian oral. Belum ada penelitian tentang distribusi volume dekstrometorfan pada manusia, akan tetapi penelitian oleh Silvasti et al. (1989) yang dilakukan pada anjing, distribusi volume dekstrometorfan berkisar antara 5,0-6,4 L/kg. Waktu paruh obat ini adalah 2-4 jam dan lama kerjanya adalah 3-6 jam. Metabolisme dekstrometorfan telah diketahui dengan baik dan telah diterima secara luas bahwa aktivitas terapeutik dekstrometorfan ditentukan oleh metabolit aktifnya yaitu dextrorphan. Dekstrometorfan mengalami metabolisme di hepar oleh enzim sitokrom P-450 dan diubah menjadi dextrorphan yang mempunyai derivat lebih aktif dan poten sebagai antagonis NMDA (Schadel et al., 1995)
3. Farmakodinamik
(a). Efek analgetik
Efek analgetik dekstrometorfan berdasarkan cara kerja sebagai antagonis reseptor NMDA. Peranan NMDA dalam fenomena persepsi nyeri ditegaskan lagi pada binatang percobaan yaitu dengan cara memberikan reseptor antagonis NMDA secara intraspinal. Pada suatu studi pada manusia pemberian ketamin intravena akan mengurangi hiperalgesia primer dan sekunder dan mengurangi nyeri yang ditimbulkan oleh stimulasi panas. Dektrometorfan menunjukkan hal yang sama (Ilkjaer et al., 1996). Ikatan obat-obat antagonis pada reseptor NMDA menimbulkan terjadinya perubahan pada calsium channel. Perubahan pada ca-channel akan menyebabkan aktivitas neuron yang dirangsang NMDA, jika itu menetap, akan diikuti dengan peningkatan intensitas stimulus nosiseptik primer, misalnya fenomena wind-up dan pencetusan dari nyeri sekunder. Dekstrometorfan mempunyai kemampuan untuk mengurangi influks ion Ca2+melalui channel reseptor NMDA dan mengatur channel voltase Ca yang pada keadaan normal diatur oleh konsentrasi K+ ekstrasel yang tinggi (Weinbroum et al., 2000). Dengan berkurangnya influks ion Ca+, maka eksitabilitas neuron di kornudorsalis medula spinalis menurun, sehingga sensitisasi menurun dan terjadi pengurangan nyeri. Pada penelitian dekstrometorfan sebagai efek analgetik, obat tersebut memberikan hasil yang cukup baik, yaitu dapat mengurangi intensitas nyeri sebanyak 33,4% dibanding pada pemberian memantin maupun lorazepam, dimana masing-masing hanya mengurangi nyeri sebanyak 17,4% dan 16,1%. Hal ini menunjukkan perbedaan yang bermakna antara pemberian ketiga obat tersebut (Christine et al.,2002)
(b). Sebagai antitusif
Empat puluh tahun yang lalu dekstrometorfan dibuat sebagai obat alternatif dari morfin. Pada awalnya pemakaian klinis terbatas pada obat antitusif, pada orang dewasa dosisnya adalah 10 – 30 mg, 3 – 6 kali sehari. Tempat spesifik sentral dimana dekstrometorfan mempunyai efek antitusif belum jelas, tetapi dekstrometorfan berbeda dengan golongan opioid, sehingga efek dekstrometorfan tidak ditekan oleh nalokson. Dekstrometorfan juga mempunyai catatan keamanan yang baik, sebagai contoh dosis terapetik untuk batuk 1 mg/kg /hr tidak mempunyai side efek yang berarti, dan tidak menimbulkan komplikasi akibat pelepasan histamin (Weinbroum et al., 2000)
(c). Efek anti kejang dan parkinson
Pada manusia dekstrometorfan juga mampu mengurangi keluhan yang berhubungan dengan gangguan neurologis oleh karena eksitotoksisitas, seperti kejang dan penyakit parkinson jika diberikan pada dosis 30 atau 60 mg (Albers et al., 1987) yang diberikan 4 kali sehari, 45 – 180 mg single dose (Bonuccelli et al., 1992) atau 120 mg single dose (Fisher et al., 1990) selama 3 minggu sampai 3 bulan. Tidak didapati adanya efek samping neurologis yang berat pada penelitian ini dan juga pada penelitian lain dengan sampel 8 orang yang sehat dimana eksitabilitas korteks motorik berkurang setelah pemberian secara oral dengan dosis tinggi (150 mg) (Ziemann et al., 1998). Pada suatu penelitian double blind plasebo control pada pasien dengan penyakit parkinson, eksitabilitas korteks motorik dan diskinesia oleh karena levodopa berkurang dengan pemberian dekstrometorfan pada dosis 100 mg dengan efek samping yang minimal (Verbagen Metman et al., 1998).
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika (FDA) sedang memberikan perhatian pada penyalahgunaan Dextrometorfan (DMP), sebuah produk bahan sintetik yang terdapat pada obat untuk mengatasi batuk dan flu. Tanggapan serius mengenai isu penyalahgunaan ini sejak baru-baru ini lima remaja dilaporkan tewas berhubungan dengan konsumsi bubuk DMP yang dijual dalam bentuk kapsul.
Meskipun DMP, ketika diformulasikan dengan tepat dan dalam dosis kecil, dapat dengan aman digunakan sebagai obat penekan batuk. Penyalahgunaan obat dapat menyebabkan kematian dan juga reaksi efek simpang lainnya, seperti mual, halusinasi, kerusakan otak, seizure, kehilangan kesadaran, dan aritma jantung.
Penyalahgunaan DMP, meskipun bukan lagi sebuah fenomena baru, tetapi telah berkembang menjadi sebuah tren baru yang melibatkan penjualan DMP murni dalam bentuk serbuk. DMP murni ini sering dikemas dalam kapsul oleh pengedar dan ditawarkan pada pengguna jalanan. DMP telah menggantikan kedudukan kodein sebagai obat yang paling luas digunakan sebagai penekan batuk di Amerika Serikat.
Para orangtua mungkin merasa khawatir jika anak-anaknya terkena pengaruh dari pergaulan sehingga menjadi salah satu pecandu DMP. Untuk mewaspadai hal tersebut, perlu diketahui tanda-tanda sebagai berikut:
· Anak anda akan meminum obat flu atau batuk dalam jumlah yang banyak atau tetap mengkonsumsi obat meskipun tidak sakit.
· Obat penekan batuk sering lenyap dari kotak obat anda.
· Anda menemukan obat batuk tersembunyi dalam kamar atau lemari anak.
Tinggal kelas, kehilangan fokus, dan mengalami perubahan sikap atau penampilan juga dapat menjadi pertanda dari masalah penyalahgunaan obat.
Nama jalanan yang sering digunakan untuk menyebut DMP antara lain: Candy, C-C-C, Dex, DM, Drex, Red Devil, Robo, Rojo, Skittles, Tussin, Velvet, Vitamin D, Dexing, Robotripping, Robotdosing.
Sumber:
Albers GW, Saenz RE, Moses JA Jr, Choi DW, 1991, Safety and tolerance of oral dextromethorphan in patients at risk from brain ischemia. Stroke; 22; 1075-1077
Fisher RS, Cysyk BJ, Lesser RP, et al., 1990. Dextromethorphan for treatment of omplex partial seizure. Neurology; 40; 547-549
IIkjaer S, Dirks J, Brennum M, Wernberg M, Dahl JB, 1997, Effect of systemic N-methyl-D-aspartate receptor antagonist (dextromethorphan) on primary and secondary hyperalgesia in humas, Br J Anaesth; 79; 600-5
Verhagen Metmann L, Del Dotto P, Natte R, Van den Munchof P, Chase TN, 1998. Dextromethorphan improves levodopa-induced dyskinesias in Parkinson’s disease, Neurology; 51; 203-206
Weinbroum AA, Rudick V, Paret G, Ben-Abraham R, 2000. The role of dextromethorphan in pain control (Review Article), Can J Anesth; 47; 6; 585-896

dextrometrophan